Tuesday, 17 May 2011

me and abah

Me versus daddy
It`s so ridiculous!
Hi……perkenalkan, namaku soya…hmmm pasti semua orang setelah denger namaku seketika terbesit dalam pikiran mereka yang aneh aneh.Ada yang mendefinisikan soya itu nama susu kedelai lah,nama produk makanan lah, malah parahnya lagi ada yang mendeskripsikan sendiri arti soya itu singkatan dari soto koya…berarti soya tuh emaknya jualan soto ya….huaaaaa.aaa……asli parah banget kali ini mah…..
Entahlah, kadang aku juga heran dari mana nama itu berasal,padahal nama asliku jauh lebih indah dari yang kalian bayangkan dibandingkan soto, eh salah soya maksutnya,,,hehe. Nama asliku Tsurayya Zein Alidrus,(tuh kan bener asli cakep mirip nama artis  di film maria marcedec,,,hehehe),kata abah(panggilan buat ayahku) namaku memiliki makna yang amat mendalam indahnya…..bintang kejora yang selalu menerangi dunia dengan permata hatinya yang lembut selembut sutra……ciaaaaaah…jadi terharu dengernya hiks hiksss……..namun setelah nama  soya dinobatkan sebagai nama keseharianku…seketika makna yang indah itu sirna sudah karena tergantikan oleh nama yang aneh bin ajaib itu.But, everything is gonna be ok..(sorry ya mas bondan ngopy lagunya dikit hehe)…toh karena nama itu aku jadi trend setter di sekolahku,tak sedikit setiap orang orang berpapasan denganku pasti akan bertanya…soy!jual soto koya yaaaa!gubraaaakkk….waaaaa!!!!tak kirain mo nanya apaaan ternyata pertanyaanya jauh dr yang ku bayangkan…..dasar nasib nasib daaah…..
Oiya…aku dilahirkan dalam keluarga yang harmonis dan unik plus antic(upss…mangnya barang..:-)). Dibilang harmonis karena kami hanya terdiri dari 4 anggota keluarga abah,ibu,kakak laki lakiku,dan aku sendiri.Dibilang unik karena hanya satu dari banyak warga di kampungku yang memanggil ayahnya dengan sebutan abah,sangatlah asing bagi warga di kampungku dengan sebutan itu karena kebanyakan dari mereka memanggil ayahnya dengan sebutan bapak ataupun papa.Nah dibilang antic juga karena keluarga kami tidak pernah sepi dari keramaian, selalu saja ada hal hal yang aneh dan menggelitik yang terjadi secara tidak disengaja,dan kebanyakan itu muncul dari salah satu anggota keluarga kita yang paling unik, ya abahku yang selalu menimbulkan gelak tawa ditengah raut wajahnya yang selalu  terlihat diserem seremin(ehh tapi mang asli macho loh wajahnya haha)…naaahh penasaran kan seunik apa sih abahku itu sampai selalu bikin heboh rumah? Makanya,jangan beranjak dari tempat anda sebelum menyelesaikan cerita ini(ngarep.com)
Tak heran kalo dalam keluargaku kami menggunakan 2 bahasa sebagai komunikasi kita sehari-hari dengan 2 orang yang berbeda.Ya itu semua karena ibuku asli orang jawa sehingga untuk komunikasi dengan beliau kami menggunakan bahasa jawa, sementara abahku sendiri berasal dari Sumbawa,pulau kecil dan indah nun jauh di luar jawa itu membuat abah tidak bisa menggunakan bahasa jawa secara keseluruhan sehingga untuk berkomunikasi dengan beliau kami menggunakan bahasa Indonesia.Mungkin dengan adanya 2 perbedaan itu,keluarga kami memiliki keunikan tersendiri dalam hal karakter maupun budaya. Contohnya saja,apabila teman temanku di sekolah selalu bercerita bahwa ibuku selalu banyak bicara sementara ayahku cenderung diam,ibuku lebih perhitungan dibandingan ayahku yang selalu membelikan apa yang kumau,lain lagi denganku.Justru abah lebih banyak berbicara dan ibu cenderung diam, abah lebih perhitungan sementara ibu selalu bilang “kalo memang perlu beli saja lah” sungguh bertolak belakang dengan kehidupan teman temanku pada umumnya bukan?
Abah memang banyak bercerita, segala sesuatu pasti abah ceritakan dari a sampe z, dari yang ringan ampe yang berat, dari yang keliatan narsis sampai yang keliatan lebay amat, waah menurutku beliau sama setaranya dengan kak seto yang pandai bercerita,dan gak kalah serunya dengan dongeng 1001 malam.Waktu yang abah pilih untuk bercerita adalah ketika kami makan malam bersama di rumah, seperti malam itu ketika aku sedang malas malasnya tiba tiba abah datang menghampiriku ke dalam kamar,
“Soya!! Apa apaan kamu ini maghrib maghrib malah tidur tidur ayam…sini makan sama abah…ibu dan kakakmu sudah menuuunggu itu…….” Hmmmm…..begitulah kawan logat berbicara abah yang sangat khas….seperti presiden sukarno membacakan proklamasi kemerdekann…keras dan lantang, namun logatnya mirip gaya bahasa orang batak….dah bisa bayangkan sendiri kan? Siapa yang gak copot jantungnya lagi asyik asyiknya merebahkan diri diatas empuknya kasur,tiba tiba dikagetkan dengan suara dasyat bak halilintar di siang bolong….”Kyiaaaaaaaaaaaaa!!!!! abaah…….aduh kaget tauu……huuuufh “keluhku kesal, sekarang aku benar benar seperti ayam yang terbangun dr tidurnya langsung loncat dan terbirit birit tanpa arah…….
“Dari mana saja kamu dicari cari sama ibu koq malah tidur tiduran kayak ayam…malas sekaliii kamu…”
“iya bah…..ni dah bangun koq…” ucapku dengan nada malas.Aku langsung beranjak dari tempat tidurku dan segera pergi menyusuri ruang makan.Ah, ternyata semua sudah tersedia di meja makan, kakak dan ibupun juga sudah duduk manis di kursi.
~Maem nduk…..yang banyak nasinya~ujar ibu singkat, hmm….ibu. Sesosok wanita yang lembut dan tak banyak bicara. Akupun jadi semangat melahap makanku, bagiku ibu layaknya air embun pagi, selalu menyejukan hati yang gundah.
Seperti biasa abah makan dengan lahapnya, itulah abah. Baginya makan kebutuhan primer yang paling penting dibandingkan kebutuhan primer lainya, tapi mungkin maksut beliau eat for life bukan life for eat gitu kali ya.ditengah tengah suapan makanya seperti bisa beliau selalu berbagi cerita,
“Hidup memang butuh perjuangan, kalian tidak tau bagaimana abah mengarungi hidup, dimana abah dilahirkan sebagai anak seorang petani di desa kecil di Sumbawa, beribu ribu hektar sawah dimiliki ayah abah, tapi memangnya dengan keadaan seperti itu abah bisa hidup tanpa kesusahan?
Sejak kecil abah tidak pernah merasakan apa itu istirahat! Pagi pagi sekali ketika fajar menyingsing.. abah dengan saudara saudara abah sudah digiring orang tua abah ke sawah..menggiling padi, mengairi sawah, tak ada hentinya bahkan siang hari dimana terik matahri panasnya benar benar memuncak ayah abah tidak pernah mengistirahatkan kami, hingga terbesit di hati abah untuk lepas dari semua ini. Abah harus pergi jauh dari tempat ini, saya harus sekolah supaya nantinya saya tidak akan pernah diperlakukan seperti ini lagi.
Dan hasilnya…..abah berhasil merayu ayah abah untuk menyekolahkan saya di mekkah.Bayangkan saja…umur 14 tahun abah sudah pergi merantau di negeri orang! Apa bisa kebahagiaan itu langsung datang seketika seperti membalikan telapak tangan?
Tidak!!seumur hidupku belajar di Mekkah dari smp sampai ke perguruan tinggi King Abdul Azis, saya berusaha sekuat tenaga untuk dapat bertahan sekolah disana, ya jalan satu satunya dengan belajar…mau apa lagi yang saya lakukan selain belajar? Hingga ahirnya abah bisa merasakan kenikmatan itu…..
Abah sudah mengelilingi 27 negara di dunia…abah pernah 2 bulan tinggal di eropa….1 bulan berkelana di INggris…apakah kenikmatan itu bisa abah dapatkan dengan sekejap mata saja? Sama sekali tidak!Semua itu………..bla bla….”
Oahmmm……rasa kantuk ini tiba tiba mengelabuiku….aku yang masih berumur 12 tahun itu menganggap cerita abah terlalu panjang….masih seru nonton doraemon bagiku….hahaha itulah aku yang masih 12 tahun.
Satu jam berlalu…….tapi abah masih bercerita…..tiba-tiba….
“Soya!!!!!!!!!!!!!!!”
“Bruuuuuuuuuuk….!!!”Aku jatuh dari kursiku setengah rasa sadar”ee….iya bah….trus kerbaunya abah jadi dijual gak tuh?”tanyaku polos…..jujur aku sudah kehilangan alur cerita dari tadi….habisnya benar benar membosankan!!!
Seketika itu raut wajah abah tiba tiba berubah.Aduh, kayaknya sebentar lagi ada hujan local niih,,,,gumamku…..Tapi ternyata gelak tawa membahana menggema di ruang makan kita….Semua menertawakanku…tak terkecuali abah, ibu ,bahkan kakaku zaki sampai pipinya merah menahan gelak tawanya….
Uh…..sial!jadi bahan ketawaan niih…..”haha sudahlah abah tau kamu benar benar ngantuk hari ini, udah tidur sana…besok bangun jangan sampai kesiangan”kata abah bijak…
Huuufh…..kali ini aku selamat! Tapi tidak untuk kesekian kalinya….entah kenapa setiap abah bercerita selalu saja aku merasakan kantuk yang amat sangat……hehe tapi bukan maksutku loh bah…Peace……Mungkin saat itu aku belum merasakan pengaruh dari semua yang abah ceritakan kepadaku, namun suatu saat nanti aku yakin  cerita itu memberikan pengaruh yang luar biasa berharganya dalam hidupku, ini bagaikan sumber dari segala inspirasiku yang membawakanku pada kesuksesan  hidup…seperti merasakan dejavu namun berbeda subjek..yah, semoga aku bisa mengikuti jejak abahku yang super.you are everything for me daddy!



Mendadak Artis
Entah kena angin apa diriku yang ketika sd terkenal super machonya mendadak minta disekolahin di pesantren. Aku sendiri juga heran, padahal ketika sd yang paling gencar untuk masuk smp adalah aku.Namun semua itu berubah ketika abah membawakan kertas brosus yang isinya tak lain adalah pendaftaran pesantren di jawa timur beserta syarat syarat dan administrasinya. Aku yang semula tak bergairah menerima brosus itu dari tangan abah, tiba-tiba saja wajahku sumringah,
“uaaaaah….bahhh!keren beneer pondoknya…..kayak hotel aja nih……mau donk bah….disekolahin disini…boleh ya bah boleh ya….”rayuku manja menggelantungi lengan abah yang dua kali lipat besarnya dari lenganku.Aku pikir abah segera menyetujuinya,lagian buat apa abah membawa brosur kalau tak lain hanya ingin merayu anaknya untuk mau disekolahkan di pesantren ini.Tiba tiba raut abah memucat, dahiku mengerut heran.”iya nak..tapi bu…biayanya mahal sekali bu..apa kita mampu dengan uang sebanyak ini?”ungkap abah kepada ibu yang barusan datang dengan segelas teh  hangatnya.Seperti biasa ibu lebih tenang,beliau terdiam sejenak.”hmm…bah..kalo kita ikhlas lillahi ta`ala untuk menyekolahkan anak kita, insya allah Allah selalu memberikan limpahan rahmat dan rizkinya kepada kita bah..”oh…aku baru tahu penyebabnya,anak seusiaku waktu itu memang tak pernah membayangkan bagaimana susahnya memenuhi kebutuhan hidup terutama untuk anak anaknya.
bersambung....



1 comment:

  1. hwahahaha,,nurun kok ke anaknya,,,,,
    sama anehnya....
    miss u dan seluruh cerita anehmu,,
    xixixixi

    ReplyDelete