Thursday, 3 May 2012

Sebuah Renungan

-Maukah kamu mati dalam keadaan memikirkan seseorang yang ttidak pernah memikirkanmu sama sekali?
-Maukah kamu mati dalam keadaaan berprasangka kepada orang lain yang berbuat baik terhadapmu?
-Lalu jika kamu mati sekarang, seberapa banyakah orang mengenangmu, pedulikah mereka terhadapmu?
-Sejauh manakah kamu bermanfaat bagi semua orang?
-Sadarkah begitu apatisnya kamu terhadap penderitaan orang lain?
-Sampai kapankah kamu berpura-pura menjadi orang yang sibuk, tapi kenyataanya kamu hanya sibuk membuang waktumu sia-sia.
KHAIRUNNASI ANFAUHUM LINNAS
Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia
Allah memberikan kesempurnaan kepada hambanya, lalu sudahkah kesempurnaan itu dimanfaatkan seutuhnya, sebagaimana layaknya Tuhan memberikanya secara cuma-cuma.Dan tak sedikit dari manusia terbuai akan keindahan semata yang membuat mereka lalai.
Begitu nistanya hamba dihadapnmu ya Rabb, apa yang aku inginkan saat ini selalu saja membuatku lalai akan Kekuasaanmu. Allah selalu mengingatkanku, tapi aku selalu tidak menggubris. Allah selalu menegurku dengan berbagai macam cobaan, tapi aku keras hati. Bahkan Allah berulang kali mengingatkanku dengan segala kejaidan nyata yang menimpaku, namun aku masih saja menolak dari kenyataan. Begitu besarnya ksih sayangmu kepadaku ya raab...hanya untuk memperingatkan bahwa kamu sedang dihadapkan dengan orang yang salah, yang menjauhkanmu dari Tuhanmu.Kenapa aku masih keras hati?
Sudah tak pantas diri ini hanya menyesali, meratapi tiada arti. jika aku benar-benar ingin memperbaiki diri, maka perbaikilah dari hati. mulailah menata hati ini, jiwa ini, diri ini. jauhkan diri dari ras egois dan tak tau diri. ingat, jaku aku masih saja keras hati, maka Allah akan memberikan cobaan yang lebih dari sebelumnya, Allah begitu sayangnya terhadap hambanya. maka jangan kau sia-siakan kasih sayang itu.
Thanks Allah..

0 comments:

Post a Comment