Tuesday, 30 September 2014

DEFINISI TRAVELER BERDASARKAN KATEGORINYA

Akhir-akhir ini udah banyak banget buku-buku yang mengupas lengkap tentang perjalanan seorang traveler yang beredar di pasaran. Saya baru pertama kalinya baca buku traveling di tahun 2007. Saat itu bukunya mba Trinity, The Naked Traveler belum se Best Seller sekarang. Perjalanan hebohnya mbak Trinity itulah yang menginspirasi saya buat ngebolang. Ngebolang disini boleh didefinisikan sebagai nge bocah petualang ataupun nge bocah ilang ( maklum, karena frekuensi nyasar  selalu sebanding lurus dengan frekuensi jalan2   -_-). Baru di tahun 2010an buku traveling sudah mulai ngehits di kalangan anak-anak muda. Ada yang mengupas tentang tips jalan-jalan dengan bajet minim, tips traveling ala hijabers, sampai novel dan kisah-kisah perjalanan para traveler yang mereka alami selama di perjalanan. Dari beberapa buku traveling yang sudah saya baca, kok saya belum nemuin ya definisi traveler berdasarkan katagorinya. Bukanya Everyone travel for a reason kan. Setiap orang memiliki alasan masing-masing ketika mereka memutuskan untuk menjadi seorang traveler. Gak semua traveler itu bermula dari hobi loh. Orang yang awalnya gak suka jalan-jalan, karena tuntutan pekerjaan buat kemana-mana bisa jadi dia jadi demen buat jalan-jalan. Dari alasan yang berbeda-beda itulah seorang traveler bisa dikatagorikan sebagai tipikal traveler yang seperti apa. Tujuanya agar orang-orang bisa lebih mudah mengenal traveler macam apakah dia #senyumsinis.
         Contohnya, saya ini punya buanyak temen-temen yang pernah traveling kemana-mana atau traveling ke lokasi yang gak semua orang pernah kesana, makanya gue sebut mereka traveler. Kita suka banget yang namanya berbagi cerita dan pengalaman yang kita alami selama melalang buana kemana-mana. Dari beberapa pengalaman mereka yang saya tangkap, saya mencoba untuk membuat definisi traveler berdasarkan katagorinya ala suka-suka Tsurayya Syarif Zain, wkwkwkwkk.  Katagori Traveler menurut Zain (2014)  adalah sebagai berikut:
1.      1. Social Traveler, merupakan seorang yang hobi jalan-jalan dengan tujuan untuk menghadiri kegiatan-kegiatan social. Traveler seperti ini umumnya memiliki jiwa kepedulian yang sangat tinggi sehingga rela berkorban menyempatkan waktu untuk moment-moment bahagia orang yang dia kasihi. Contoh kegiatan social tersebut adalah KONDANGAN. Seperti sobat saya Yuyun Farah Mega, yang rajin kondangan keluar kota keluar propinsi (antar kota antar propinsi kale) sampai dia kelupaan kalau dia belum dapet giliran untuk dikondangi (damaee bukk :p). Maklum, sebagai seorang Ketua Angkatan “cadangan” di sekolah kami dulu, dia harus memiliki kredibilitas tinggi guna menciptakan marhalah yang sejahtera, sentosa, bahagia dunia dan  akhirat. Tentunya ketua marlahah kami Sheila Ardiyana yang sedang menyelesaikan studinya di Mesir sangat bangga dengan etos kerja Yuyun Farah selama ini (halaah). Seorang social traveler juga memiliki derajat lebih tinggi di mata Allah karena selalu menjalin tali silaturahmi kepada saudara-sudaranya. Selain itu, Allah akan melipat gandakan rejekinya bagi mereka yang bersilaturahmi. Nah loh, salut abis sama Enyak yuyun.
2.      2. Economical Traveler, merupakan seorang yang hobi jalan-jalan dengan bajet anak kuliahan. Secara, seorang traveler semacam ini belum memiliki pekerjaan yang tetap dan masih memperoleh penghasilan dari Perusahaan Orang tua (jajan bulanan :p). Traveler seperti ini justru sangat totalitas untuk menemukan potensi alam di sekitar mereka. Contohnya adalah kawan hebring saya Aditya Praswuri Wulandari. Si Alis tebel ini menghabiskan masa kuliahnya di kota Pahlawan. Selama kuliah di Universitas Airlangga dia gak mau mensia-siakan moment untuk menjelajahi berbagai wisata alam di kawasan jawa timur seperti muncak di Semeru, pulau sempu, dan lokasi-lokasi keren di Jawa Timur. Waktu dia magang di Kalimantan, dia juga sempetin buat eksplorasi wisata disana. Intinya cari kesempatan emas selama kamu kuliah, magang, ataupun KKN. Caranya? Mintalah uang SPP lebih buat ngebiayain jalan-jalanmu (kalo ini saya sendiri yang ngarang :p). Ya jelas harus hemat donk. Kayak temen gue si Adit kan emang calon emak-emak banget. Pinter ngelola duit dan mengelola asmara dengan cara membahagiakan para gebetan buat nraktirin dia makan saban hari (Kaboooorrrrr ;p).
3.             3. Shopa Traveler, merupakan seorang yang ingin mendapatkan sensasinya shopping mania sambil jalan-jalan. Traveler seperti ini memiliki selera yang tinggi dalam berbelanja. Selera tinggi yang dimaksud disini adalah selera yang menghipnotis dia sampai tak sadarkan diri buat belanja berkarung-karung -_-. Hal ini pernah dialami oleh seorang yang mengaku dirinya sebagai anaknya Abah, Dwi Susanti Similikiti Weleh-Weleh. Anak ini demen banget sama yang namanya shopping. Ngakunya sih penyakit shopaholicnya udah sembuh, tapi ada yang melaporkan kalo dia abis shopping gila-gilaan di Chatuchak Market, Bangkok (dia sendiri yang ngelaporin ke gue :p). Tapi gak cuman ngeshopping aja sih niatnya dia buat jalan-jalan. Dia udah berkali-kali mengunjungi Thailand Laos buat project film yang dia garap sama temen-temenya, selain itu film dokumenternya juga sudah pernah masuk nominasi dalam festival Film di Thailand (salut sama anak abah, sekarang elo boleh ngaku jadi anaknya tet wkwkwk). Seorang shopa traveler tidak hanya menghabiskan waktu untuk shopping saja. Ada statement yang mengatakan, study hard, work hard, travel hard. Shopping hard (=D).
4.             4. Move On Traveler, merupakan seorang yang hobi jalan-jalan dengan tujuan agar bisa move on dari sang mantan. Lelah dinobatkan sebagai penyandang GALON (Gagal Move On), seorang mahasiswa lulusan Universitas di Semarang memutuskan untuk menjadi seorang pendaki gunung, pengelana, dan pengajar anak-anak pedalaman di  pelosok negeri ini. Riesty Rahayu, adalah wanita inspiratif. memiliki jiwa kepedulian yang tinggi terhadap nasib anak-anak bangsa. Halaah opo to iki wkwkwk. Temen saya yang satu ini mengaku memulai dunia traveling berawal dari nekat. Seperti kutu loncat, tiba-tiba aja di Lombok, tiba-tiba udah di Semeru, tiba-tiba ngajar anak pedalaman di Kalimantan, tiba-tiba juga gak bisa datang ke nikahan saya. Sungguh Terlalu! Tapi ini bisa memotivasi bagi para galoners yang lain loh. Dari pada galau susah move on, jalan-jalanlah, berkelanalah! Awseeeemmmmm…
5.        5. Nekad Traveler (awas jangan kebalik jadi Naked Traveler hehe), merupakan seorang yang jalan-jalan karena nekat untuk berhijrah dan mencapai visi misi yang ditentukan. Traveler seperti ini biasanya memaknai filosofi tujuan hidup yang sangat mendalam. Tak heran jika seorang mahasiswa Universitas di Surabaya nekad untuk berhijrah ke Jakarta karena suatu hal. Suatu hari dia banyak menyelami buku-buku motivasi dan bisnis, lalu menyimpulkan di seluruh bacaanya bahwa seorang yang ingin mencapai kesuksesan, maka dia harus berhijrah. Maka nekatlah dia untuk berhijrah ke Jakarta. Berbekal modal ilmu, dia mencoba menyelami berbagai pekerjaan di Jakarta, mulai dari cleaning servise, bisnis Tempe Burger, hingga menjadi distributor Cireng dan berhasil mendistribusikan cirengnya ke berbagai kota di Indonesia. Dia adalah Nurul Amali Dienillah, sang Nekad Traveler yang bisnisnya jalan-jalan dari yang terkecil sampai yang besar seperti sekarang. Dia adalah perempuan inspiratif pilihan majalah OSOY edisi special gak pake telor, hehehee. Btw, nekad traveler inilah yang banyak memotivasi saya untuk terus semangat dalam menjalani hidup. Love u, Maleeee
6.          6. Romantic Traveler, merupakan seorang yang mendapatkan kisah romantisnya ketika jalan-jalan. Contohnya adalah sahabat cantik saya Caesar KD yang bertemu dengan belahan hatinya di negeri Caia-caia. Waaaa… so sweet bangeeett. Serasa nontoh film Mahabarata (oposeeh). Tapi asli seneng banget waktu liat foto-fotonya Caesar waktu di India. Mana dianya juga udah mirip orang India pula hehee…semoga langgeng ya sayaang sama mas Arjuna. Baby sama Adit gak usah sirik ya :p
7.            7. Academic Traveler, merupakan seorang yang memiliki achievement yang tinggi di dunia akademik sehingga menjadikan mereka suka berkelana untuk mencapai visi think globally, act localy. Mereka adalah dua bersaudara, Mbak Farah Ichtiarini Aulia dan Mustika Amalia Wardati. Jarang-jarang ya ada kaka beradik kok kompak banget. Sama-sama bisa exchange dalam waktu bersamaan. Mbak irini sebulan project di China, Tika sebulan project di Taiwan. Setelah itu Tika juga diberi kesempatan buat mempresentasikan skripsinya di Manila, Filipina. Deuh, salut sama semangatnya dua kakak beradik ini. Semoga menginspirasi ya gaes…
8.            8. Genetic Traveler, merupakan seorang yang hobi traveling karena berdasarkan ketururan, turun-temurun dari orang tuanya. Contohnya saya, hahaha. Gara-gara dari kecil diceritain kisah-kisah traveling gilanya abah ngbolang sebulan di Breda, Manchester, Damaskus, Lakemba, dll (padahal bahasa Inggrisnya ancur-ancuran),  jiwa tersebut seketika mengalir di nadi saya. Sayangnya traveling saya belum segila abah saya. Someday, boleh deh nulis autobiografinya  babe J
Well, berikut definisi traveler berdasarkan katagorinya versi Tsurayya Syarif Zain. Berharap orang-orang yang saya cantumin di tulisan ini sih bisa berkolaborasi buat bikin buku gitu, biar bisa menginspirasi orang banyak. Syukur-syukur banyak yang pengen bergabung buat menyalurkan kisah perjalanan inspirasinya Kayaknya seru deh ya, biar hidup lebih berwarna. Lukislah kehidupanmu dengan segudang pengalaman. So, saat ini saya sedang menunggu respon dari temen-temen semua. Salam Traveler Muda J


2 comments:

  1. hahaha, baguuuss - masak siih gue menginspirasiii :p kamu lho soy yang banyak nginspirasi aku, makasih yooo :) :)

    ReplyDelete
  2. mba minta halaman bukunya dong yang menbahas tentang ini,,makasi

    ReplyDelete