Thursday, 11 June 2015

TEKNIK LUAR BIASA MENDIDIK ANAK UNTUK INDONESIA HEBAT


TEKNIK LUAR BIASA DAN ANDA HARUS MENCOBA!

     Semalam saya baru saja dibuat haru oleh anak-anak komplek dimana saya tinggal. Ceritanya begini, setiap  Senin-Jumat saya dan suami selalu berangkat kerja dari jam 6 pagi sampai jam 6 petang kami baru tiba di rumah. Padatnya waktu di luar rumah membuat kami hanya sempat membersihkan pekarangan rumah setiap Sabtu/Minggu. Tapi, karena rumah kami belum berpagar akhirnya anak-anak seringkali bermain di pekarangan dan SELALU saja meninggalkan SAMPAH.
 Saya pernah menegur pada beberapa anak yang kebetulan sering belajar di rumah saya,

 “Nak kalo maen di halaman kami jangan buang sampah sembarangan ya, kasih tau sama teman-teman yang lain”ujarku sambil tersenyum mengingatkan.

“Iya us, nanti saya sampaikan ke teman-teman, tapi biasanya yang sering mengotori itu si ini si itu us..” dan kesimpulanya adalah tidak ada anak yang berani mengakui perbuatanya.

       Saya mengiyakan saja, dan berharap besok sudah tidak ada lagi sampah yang bertebaran di sekitar halaman rumah kami. Keesokanya saya cek lagi halaman rumah, masih TETAP dengan sampah-sampah mentereng asik di pekarangan rumah. Saya mulai naik pitam
Usai Shalat Maghrib, saya menyiapkan kertas, spidol warna-warni, kotak susu bekas, dan kertas kado untuk merencanakan aksi terbaru saya agar mereka jera. Saya buat tulisan besar-besar yang bertuliskan “DILARANG BUANG SAMPAH SEMBARANGAN!!!” dengan tanda seru tak terhingga sebagai ancaman terakhir bagi mereka. Namun, saya mulai berfikir hal itu justru membuat anak-anak tidak akan pernah singgah di halaman kami lagi. Bukankah saya hanya ingin mengajarkan mereka akan kesadaran diri dan tanggung jawab?
       
        Lalu akhirnya tulisan tersebut saya ganti dengan tulisan,
 “SELAMAT BERMAIN ANAK-ANAK. JAGA KEBERSIHAN TEMPAT KALIAN BERMAIN YA..BUANGLAH SAMPAH PADA TEMPATNYA. KALAU TEMPAT BERMAIN KALIAN KOTOR, MAKA RUMPUT-RUMPUT AKAN MENANGIS ”.

    Saya bagi tulisan tersebut dalam 4 potongan kertas besar. Setelah itu saya buat kado dari kotak susu bekas yang saya isi dengan beberapa permen saya yang saya belih di warung sebelah. Kado tersebut saya tuliskan,
 “AMBIL HADIAH DI DALAM KOTAK JIKA KALIAN MENJAGA KEBERSIHAN”. 

     Keesokan harinya saya letakan kertas dan kado tersebut di sudut halaman rumah. Suami saya hanya cengar-cengir melihat tingkah konyol saya dan menduga pasti tidak ada perubahan apa-apa dari masalah ini.
       
        Ketika pulang sore hari, saya dibuat tercengang dengan keadaan rumah yang sangat berbeda dari sebelumnya. Saya melihat halaman rumah benar-benar bersih, bahkan rumput-rumput liar disekitarnya sudah ada yang membersihkan! Tentunya sudah tidak ada lagi satupun sampah yang mejeng disana. Saya menduga pasti ini perbuatan anak-anak. dan ternyata benar. Di depan rumah saya sudah terpampang kertas yang bertuliskan,
“USTADZAH KAMI SUDAH MEMBERSIHKAN TEMPAT USTADZAH. KAMI MENYAPU TERAS DAN MEMBERSIHKAN RUMPUT. DARI SISKA, SELA, WAWA, AIRA, DLL”

         Seketika saya speechless karena merasa terharu dengan perubahan baik dari anak-anak tersebut. Saya buka kotak kado yang saya isikan permen tadi, ternyata sisanya tinggal 5 biji. ALHAMDULILLAH. Dari kejauhan mereka melihat kami dari kejauhan. Saya panggil mereka dan saya peluk mereka satu persatu.

         Pesan Moral:
Merubah perilaku anak sama halnya dengan menemukan mutiara di dalam karang. Mereka memerlukan respon positif dari seorang pendidik, bagi pendidik di lingkungan terkecilnya (keluarga) maupun lingkungan yang lebih besar seperti sekolah dll. Mengarahkan mereka tidak perlu dengan meluapkan emosi negatif dan terus-menerus menyeru dengan perkataan “JANGAN” tanpa adanya pemahaman mendalam mengapa hal tersebut tidak perlu dilakukan. Anak tak lain berbeda dengan manusia pada umumnya yang memiliki HATI untuk menelaah keinginan kita. Sampaikan dengan kalimat positif dan reinforcement yang menyenangkan seperti memberi reward kepada mereka. Saya rasa anak-anak Indonesia akan berkembang lebih baik jika kita mendidik mereka dengan kasih sayang. Semoga bermanfaat J

0 comments:

Post a Comment