Monday, 24 October 2016

A SHORT GUIDANCE FOR A NEW MOM ( PANDUAN SINGKAT UNTUK IBU PEMULA)

KEPANIKAN PARA IBU PEMULA
Bagi para ibu yang memiliki anak pertama, pastinya ngerasa panik menghadapi masalah-masalah baru baik pada masa kehamilan, melahirkan, maupun setelah melahirkan. Mau baca buku yang katanya ngatasi panik kek, nanya orang berpengalaman kek, pastinya tetep aja ngerasa panik. Bagi saya sih boleh-boleh aja asal masih dalam batasan wajar. Untuk mengatasi rasa panik itu, saya banyak membaca buku yang bisa memberikan saya informasi yang akurat. Kakak saya sampai bilang saya itu miss guidance. Apa-apa harus merujuk ke buku. Ya emang, menurut saya gak ada salahnya berikhtiar dengan membaca banyak referensi untuk menjadi ibu yang lebih baik. Tapi saya gak cuman berpedoman sama buku aja, tetep interview ke significant other (ceilah) selalu saya lakukan untuk mengatasi kepanikan saya. Nanya-nanya ke orang itu juga harus bisa memilah milih, makanya saya biasanya nanya lebih dari satu orang. Disisi lain  nanya ke orang bisa menjadi sosial support untuk kita dan juga bisa menjadi perusak mood kita kalo yang ditanya malah ngejudge dan cenderung songong hahahaa..Santai bu-ibu, being a new mom have to be happy even more.


Sebenernya ini terlalu lebay kalo disebut sebagai pedoman, karena kayaknya jauh dari kriteria kata pedoman hahaha..gak papa lah biar menarik para pembaca. Yang jelas saya cuman ingin menceritakan beberapa kepanikan saya yang sepertinya menjadi kepanikan umum bagi ibu-ibu yang lain beserta solusinya.
1.     MELAHIRKAN NORMAL ATAU CAESAR?
Yang jelas, semua yang berproses secara alami sudah dibuat sedemikian rupa oleh Allah agar bisa bermanfaat untuk makhluknya. Ada yang ingin melahirkan secara alami, namun terpaksa harus caesar karena beberapa alasan tertentu. Disisi lain, ada juga yang merencanakan caesar lantaran orang tuanya yang menginginkan anaknya lahir pada tanggal yang spesial misalnya. Sengaja dibuat pada tanggal 9 bulan 9. Saya yakin itu yang kepengen bukan anaknya, tapi orang tuanya (ngaku nggak). Tapi terlepas dari itu semua, keinginan ibu untuk melahirkan normal meskipun harus caesar tetaplah menjadi keinginan yang mulia. Jadi saya disini tidak akan menjudge atau meng underestimate mereka yang belum bisa melahirkan normal. Wong saya juga melahirkan pake dipacu. Bagi saya udahlah, yang lalu biarlah berlalu. Yang terpenting kan kedepanya. Jadi sama-sama kita belajar memperbaiki diri untuk masa depan kita nanti.
Berdasarkan cerita teman saya yang kebetulan menjadi guru anak kebutuhan khusus, ada anak yang memiliki delay yaitu keterlambatan perkembangan karena kemampuan sensorinya tidak sesuai dengan usia mentalnya. Orang tua anak tersebut menceritakan bahwa salah satu dampak keterlambatan itu adalah kronologi melahirkan caesar. Saat melahirkan normal, bayi keluar pada tempatnya akan mendapatkan sentuhan sensori secara alami dari jalan keluarnya. Jadi bayi dapat pijatan alami waktu melahirkan dari ujung kepala hingga ujung kaki untuk mestimulus kemampuan sensorinya. Sementara saat melahirkan caesar bayi tidak mendapatkan reflek alami tersebut.  Melahirkan dengan dipacu juga bisa memiliki resiko bayi mengalami trauma karena kondisi saat dipacu bayi merasa dipaksa untuk keluar melalui stimulus induksi. Pada dasarnya bayi lahir membawa naluri kapan ia akan keluar dari perut ibunya. Jadi gak usah dipaksa-paksa keluar. Saya tekankan apa yang ada di cerita tersebut sifatnya kasuistik ya. Saya tidak mengatakan bayi caesar atau induksi secara general akan mengalami itu. Mudah-mudahan saja tidak ada dampak yang serius dari itu semua. Amin. Selain itu melalui persalinan normal kita bisa minta Inisiasi Menyusui Dini kepada perawatnya. Sudah tahu kan manfaat IMD apa, sudah pernah saya tulis ya di tulisan sebelumnya. Yang jelas, semua ibu harus memiliki cita-cita melahirkan normal demi kebaikan sang buah hati, bukan merencanakan untuk melahirkan tidak secara normal demi keinginan orang tuanya, bukan anaknya.

2.    PERSALINAN YANG LANCAR.
Waktu saya melahirkan Archy, ibu saya memuji-muji saya. Nak, kamu hebat ya melahirkan gak nangis, gak kesakitan, gak jerit-jerit. Kata ibu, proses persalinan saya adalah proses yang tercepat karena tidak memakan waktu yang lama, cukup satu kali mengejan si Archy udah keluar (ini versi emak saya loh). Hahahaaa..kibas jilbab sambil ketawa nyengir. Kalo sakit sih jujur emang gak sakit waktu proses mengeluarkanya, tapi waktu diinduksi jangan tanya deh, SAKITTTTTT SEKALI!! tulang punggung rasanya mau copot. Badan keringat dingin rasanya mau pingsan. Bahkan saya sempat minta perawat buat copot infus induksinya. Lambaikan tangan ke jendela wkwkw. Tapi waktu abis dicopot, saya tanya sama perawatnya,
 “Mbak, kalo saya gak mau diinduksi, biasanya dokternya bilang apa?”
“ya paling dokter nawarin cs mbak...”
“ooo....bunder”
Denger mbaknya bilang gitu saya langsung tengah malam telpon Mumun temen saya yang kebetulan punya kondisi yang sama. Gile nih bumil, tengah malah gangguin busui dan anaknya tidur. Gak sopan banget ya gue hahaha. Tapi untung si mumun dengan baik hati mau mendengarkan keluh kesah saya. Singkat cerita, akhirnya saya mau dipasang lagi infus induksinya dan 2 jam kemudian saya sudah di ruang bersalin. Proses persalinanpun hanya memakan kurang lebih 10 menit. Saya mengejan cuman sekali untuk mengeluarkan Archy, mengejan lagi untuk mengeluarkan ari-ari di dalam perut. Beres deh.

Bagi ibu-ibu yang pengen persalinan yang mudah seperti itu, beberapa tipsnya adalah:
a.    Untuk menahan rasa sakit, jangan rasain sakitnya. Alihkan ke hal lain seperti membayangkan yang indah-indah. Bayangin anak kita terlahir lucu-lucunya. Minta suami mendampingi selama proses berlangsung. Kalo inget perjuangan suami saya selama menemani prosesnya, rasanya terharu banget. Ya tanganya sampe pegel lah gara-gara gak berhenti ngelus-elus punggung saya, ya kena muntahan saya lah, dan masih banyak lagi. Ternyata mengelola mindset itu kunci utama saat melahirkan. Pikiran harus tenang, inhale exhale. Atur nafas, buat kondisi emosi kita senormal mungkin. Bahkan untuk bisa membuat emosi saya semakin baik, saya bela-belain manggil temen saya buat di hypnoterapi, biar makin stabil emosinya. Usaha harus totalitas donk sist hehe.
b.    Selalu siap sedia kurma menjelang persalinan. Nutrisi makanan juga berpengaruh loh pada stamina ibu melahirkan. Saya makan kurma sebelum dan setelah bersalin. Setelah bersalin kita mengeluarkan darah yang sangat banyak. Saya sampai mau pingsan waktu berdiri mau ke kamar mandi. Saya minta suami untuk memberi saya kurma dan teh hangat. Alhamdulillah gak jadi pingsan.
c.    Jangan males olahraga bu ibu. semenjak trimester kedua, seminggu sekali saya usahain renang, karena kebetulan keluarga memang rutin renang. Selain itu saya rutin jalan pagi dan yoga. Saya yoga gak perlu ke kelas yoga. Cukup lihat di youtube prenatal yoga. Tubuh terasa bugar, stamina selalu terjaga (iklan buk???)

3.    LETS SUPPORT ASIX ( ASI EXCLUSIVE)
Setelah selesai melewati proses persalinan yang begitu dramatis, ternyata perjuangan belum sampai disitu. Perjuangan selanjutnya adalah support baby with ASI Exclusive 0-6 bulan. Kenyataanya gak semua ibu setelah melahirkan asinya selalu melimpah. Termasuk saya juga. Setelah melahirkan, 2 hari ASI saya cuman berupa tetesan. Mau bagaimanapun saya terus upayakan biar ASI saya keluar deras. Saya ikutin masukan orang-orang untuk makan adas, katuk, jagung, jamu. Saya kompres PD saya pake air hangat. Semua saya lakukan. Alhamdulillah setelah itu ASI saya deras sekali (yihaaaa). Tapi saya harus ingat kalo 3 minggu lagi, saya harus kembali kuliah. saya memang tidak cuti, karena memang belum bisa cuti. Kebetulan kuliah saya seminggu cuman 3 hari. Tapi teteplah kita harus stock ASI yang banyak. Akhirnya setelah nanya sana sini, ketemulah link yang bisa dijadiin refrensi yang tepat dari teman saya si Nunu. Mulailah saya rajin pumping saat itu. Semakin rajin pumping semakin banyak pula ASI yang diproduksi. Minimal 2 jam sekali kita pumping dengan durasi pumping 15 menit.  
Tapi masalah kembali datang ketika saya awal menstruasi setelah nifas. PD saya tiba-tiba kerasa kempes banget kayak gak ada isinya. Saya mulai panik banget. Padahal sebelum menstruasi ASI saya berlimpah ruah. Cari informasi di internet tetep aja rasanya gak puas. Apalagi di internet bilang menstruasi lebih awal itu terjadi karena bayi tidak disusui ASI sehingga lebih mempermudah terjadinya menstruasi. Aduh saya takutnya setelah menstruasi ASI tidak berproduksi lagi. Akhirnya saya tanya ke Asosiasi ibu menyusui AIMI Solo mengenai kekhawatiran saya. Berikut jawabanya:
“ Bunda, produksi ASI dipengaruhi oleh 2 hormon, yakni prolaktin dan oksitosin. Hormon prolaktin berfungsi untuk memproduksi ASI dan kerjanya dirangsang dengan mengosongkan PD baik dihisap langsung oleh bayi maupun dipompa. Sementara hormon oksitosin berfungsi untuk mengalirkan ASI keluar dan kerjanya dipengaruhi oleh faktor psikologis yang senang, santai, dan rileks. Pada beberapa ibu haid memang dapat mempengaruhi ASInya, tapi bukan berarti akan menghentikan produksi ASI. Insya Allah akan kembali normal setelah rutin memompa.”
Duh lega banget rasanya. Jadi meskipun MENSTRUASI BUKAN BERARTI ASI BERHENTI BERPRODUKSI. Note it. Then, tips agar ASI melimpah antara lain:
a.       Rajin-rajinlah mengosongkan PD dengan rutin memompa atau menyusui 2 jam sekali. Bagi yang ingin memompa teruslah rutin melakukanya meski hasilnya cuman setetes dua tetes. Karena nantinya setelah rutin ASI akan deras kembali.
b.      Pikiran harus rileks saat menyusui dan memompa. Sekali lagi pengelolaan mindset adalah faktor utama suksesnya ASI. Selalu berfikir positif dan meyakinkan diri bahwa ASI kita melimpah walau bagaimanapun kondisinya. Jangan memompa dengan keadaan marah dan kondisi mood yang tidak baik. Percaya kan air yang didoakan sama air yang diberi kata kasar mempunyai kualitas yang berbeda?
c.       Selain mengkonsumsi ASI booster, seperti sayur-sayuran dan suplemen yang lain, air putih tetap menjadi faktor utama lancarnya ASI. Sebelum pumping usahakan minum air putih yang banyak. Jangan sampai dehidrasi kekurangan air karena berpengaruh pada produksi ASI kita.
d.      Jika kita dalam keadaan menyusui dan pumping, setiap pumping kita cukup memerlukan waktu 15 menit. Hal tersebut agar tidak semua ASI dikeluarkan tapi tetap menyimpan untuk kebutuhan si bayi. Tapi kalo saya sedang kuliah biasanya sekali pumping bisa 20 menit atau lebih.

4.    ASIP (air susu perasan)
Menurut saya sih, ASIP gak cuman harus dilakukan bagi mereka yang beraktivitas diluar saja, seperti yang bekerja maupun yang kuliah seperti saya, tapi dianjurkan bagi semua ibu menyusui. Ya daripada kalo ASI kita berlebih kebuang sia-sia kan sayang. Selain itu produksi ASI kita makin lama akan semakin berkurang. Jadi kalo mau sukses lolos S3 sampai 2 tahun ada baiknya stok ASI sedini mungkin. Sebelum kembali beraktivitas, Alhamdulillah saya dapat informasi bermanfaat dari temen saya Citra mengenai apa yang harus dipersiapkan ketika mulai beraktivitas di luar.
Tips persiapan ASIP bagi ibu yang bekerja atau beraktivitas di luar:
a.    Persiapkan alat berperang ASIP. Jadi prioritas utama kebutuhan baby kita adalah peralatan ASIP. Ibarat kata lebih baik kita investasi peralatan ASIP yang bagus daripada beli peralatan yang masih belum penting buat anak kita. Alat berperangnya antara lain adalah Breast pumping atau pompa ASI, coolar bag untuk menyimpan ASI agar tahan lama, dan botol kaca atau plastik bag khusus untuk menyimpan ASI.
b.    Sempatkan pumping kapanpun dimanapun. Meski harus bekerja, waktu terpotong karena perjalanan, sebisa mungkin rutinitas pumping harus terus dijalankan. Hal ini untuk menghindari PD kita mampet karena kelamaan gak dikeluarkan. Lagian kalo udah lama PD rasanya kencang dan itu membuat kita gak nyaman. Kalo di stasiun Jogja ada ruang laktasi yang bisa kita gunakan. Tapi ada juga stasiun yang gak menyediakan ruang laktasi seperti stasiun Purwosari. Sebut merk ajalah, biar sadar bahwa pelayanan publik itu penting hehehe. Kalo gitu minta saja sama petugas untuk ditunjukan ruang yang bisa kita gunakan, pasti ada. Kalo di kampus, ada ruang laktasi tapi di lantai satu, sementara saya kuliah di lantai 4. Saya memanfaatkan rest areanya difabel untuk pumping karena jarang dipakai dan bersih banget. Namanya juga berjuang, semua harus diusahakan J
c.    Bayi bingung puting? Pernah gak denger kasus seperti itu. Sudah ada dua buku yang saya baca menganjurkan untuk menggunakan cup atau sendok dan tidak menggunakan dot susu saat memberikan ASI. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari bayi tidak bisa membedakan mana puting ibunya dan mana dot susu. Ternyata setelah saya lakukan observasi, teori itu cenderung kasuistik. Lebih dari 3 anak yang saya temukan minum ASI dengan dot dan tidak mengalami bingung puting selama si ibu juga tetap menyusui anaknya melalui PD. Jadi, setiap bayi punya karakter yang berbeda-beda dalam menanggapinya. Selain itu, menurut refrensi di buku, bayi yang minum ASI dengan dot nantinya akan merusak pertumbuhan gigi bayi. Saat di lapangan, saya menemukan 2 anak yang saat bayi minum ASI pake dot dan giginya tumbuh bagus sekali, rata, putih, dan tidak ada yang gigis (kecoklatan). Ternyata itu semua karena faktor ibunya yang rajin mengajak anak-anaknya untuk rutin sikat gigi sebelum tidur dan membatasi mengkonsumsi permen. Jadi, faktor utamanya bukan karena dot kan, tapi karena menjaga kebersihan gigi bayi sedini mungkin.  
d.    Selalu sedia tisyu dan hand cleaner. Ketika pumping usahakan tangan kita harus bersih. Cuci tangan dulu, bila perlu gunakan lagi hand cleaner. Kalo posisi gak ada air, bisa gunakan hand cleaner untuk alternatif lain.

5.    BAYI SAKIT? TIDAAAKKK
Semua ibu akan menjawab iya, merasa panik saat anak sakit. Apalagi bayi ya, rasanya gak tega banget lihatnya. Waktu archy usia 3 minggu, tiba-tiba badanya panas hingga 37 derajat. Rasanya gak tenang, apalagi anak pertama. Saya langsung browsing cari cara ampuh menurunkan panas untuk bayi dibawah 6 bulan. Keesokan harinya, panasnya naik turun antara 36 dan 37 derajat. Saya memutuskan untuk pergi ke dokter spesialis anak pagi itu juga. Dokter cuman periksa, kasih resep, udah gitu aja. Saya langsung melongo. Kenapa semudah itu ya langsung diberikan obat. Saya kira beliau akan memberikan alternatif lain lantaran kondisi bayi masih belum genap satu bulan. Setelah saya tembus obatnya, ternyata obatnya termasuk dalam kategori dosis tinggi. Akhirnya saya tetap memutuskan untuk tidak meminumkan Archy obat. Saya susui Archy sejam sekali meskipun kondisinya lemas dan malas untuk menyusu. Saya paksa terus untuk minum. Alhamdulillah, siang hari panasnya menurun 35-36 derajat.
Sakit adalah cara tubuh melawan virus yang akan menyerang ketahanan tubuh kita. Jadi jangan mudah diberikan obat karena obat hanya mematikan symptom bukan menyembuhkanya. Terutama untuk bayi ASIX. ASI adalah suplemen terbaik untuk menyerang penyakit yang masuk ke dalam tubuh. Saat bayi terkena batpil (batuk pilek) juga begitu. Solusinya adalah terus memberikan banyak minum kepada baby kita. Itu menurut refrensi yang saya baca. Bagi yang tidak setuju, silahkan saja hehe.

Tips saat anak mengalami panas, batuk, dan pilek:
a.    Jika anak panas, susuilah sesering mungkin. Cairan ASI dapat berfungsi untuk menurunkan panas bayi. Selain itu, tempelkan bayi ke dada si ibu. Selama anak panas, ibu bisa menggendongnya agar ibu bisa memantau panas tubuh sambil menurunkan suhu panasnya melalui dekapan.
b.    Gunakan ramuan tradisional seperti bawang merah dan kencur. Caranya bawang merah dibakar sebentar, lalu ditumbuk kasar dengan kencur. Balurkan ke tubuh bayi terutama di bagian punggung dengan pijatan lembut. Insya allah ingusnya akan keluar dan tubuh bayi akan terasa hangat.

6.    STIMULASI UNTUK PERKEMBANGAN BAYI 0-6 BULAN
Sekarang ini, banyak sekali kasus anak mengalami delay atau keterlambatan perkembangan dimana usia kronologis tidak sesuai dengan usia mental. Ada anak usia satu tahun yang seharusnya sudah mulai belajar merangkak atau berdiri, ternyata baru saja bisa tengkurep karena si anak selalu digendong oleh pembantunya dan tidak distumulus juga oleh orang tuanya. Selain itu ada juga anak yang didiagnosa mengalami autis ringan bukan karena riwayat ibu saat hamil, namun akibat kurangnya stimulus orang tua pada tumbuh kembangnya. Ternyata si ibu sudah memperkenalkan gadget pada anaknya sejak usia yang sangat dini bahkan saat masih bayi. Miris gak sih, semua akibat kurangnya kepekaan orang tua terhadap tumbuh kembangnya baik secara fisik maupun psikis. Ini PR untuk semua ibu, terutama bagi ibu yang bekerja (karena kasusnya banyak dari ibu yang bekerja). Sesibuk apapun kita, anak tetaplah menjadi prioritas utama. Lantaran banyak pekerjaan menumpuk kita sampai lalai dengan tugas utama kita sebagai sekolah pertama bagi anak kita (naudzubillahimindzalik).  

Lalu bagaimana upaya orang tua dalam memperhatikan tumbuh kembang anak dan apa saja stimulasi yang dapat dilakukan untuk perkembangan bayi 0-6 bulan?
a.    Buatalah daily journal. Orang tua harus tau kapan anak mulai bisa mengangkat kepala, kapan mulai bisa mengenggam barang, dan lain sebagainya. Setelah itu sesuaikan dengan grafik perkembangan anak yang bisa kita dapat di buku, kartu posyandu, maupun di internet dari link yang terpercaya. Memang pada dasarnya setiap anak memiliki tahap perkembangan yang berbeda-beda. Tapi ada pentingnya kita mengobservasi perkembangan anak kita dari hari ke hari. Apabila terjadi sesuatu dengan anak kita lalu kita mengkonsultasikan ke dokter, sudah pasti dokter akan menanyakan kronologi perkembangan anak kita. Dokter itu gak langsung tau si anak ini kena apa sakit apa. Karena yang paling tau persis tahap tumbh kembangnya bukan dokter, tapi orang tua. So be aware please. Sama-sama saling mengingatkan. Kadang saya juga males bawaanya, tapi jangan lah nanti menyesal di kemudian hari. Ya gak sih.
b.    Lakukan small talk, yaitu melakukan percakapan bersama-sama atau komunikasi dua arah yang biasa dikenal dengan conversation turns. Small talk disini adalah bercakap dengan anak, bukan berbicara saja. Mengapa? Karena melatih otak anak bukan sekedar kata-kata yang di dengar, tapi apa yang ia pahami melalui cakap timbal balik. Jika berbicara saja, media televisi, radio, juga bisa menggantikan posisi orang tua dalam berbicara. Namun bercakap, orang tua terlibat langsung di dalamnya. Lakukan percakapan dengan ritme yang tidak cepat serta jelas. Selain itu orang tua harus ekspresif dalam berbicara sambil mengenalkan anak berekspresi.
c.    Lakukan daily baby spa. Sejauh ini, menginjak Archy usia 2 bulan baru sekali saya pijit ke tukang pijit bayi. Selebihnya saya lakukan sendiri setiap pagi dan sore sebelum mandi. Baby spa disini meliputi massage dan take a shower. Manfaatnya adalah untuk melancarkan peredaran darah dan meningkatkan daya tahan tubuh. Secara psikologis manfaat baby spa adalah memperkuat bonding antara ibu dan anak melalui sentuhan. Salah satu efeknya di kemudian hari adalah disaat anak beranjak remaja dimana banyak menghabiskan waktu dengan teman, ia tetap merasa home sick atau kembali kepada kenyamanan ibu kapanpun dimanapun. Karena kebanyakan gape dengan orang tua muncul saat menginjak remaja. Selain itu melalui baby spa, orang tua bisa menstimulus rangsangan yang tepat untuk membantu perkembangan sistem saraf yang kelak mendukung proses belajar anak.
d. Libatkan ayah dalam mendidik anak. cukuplah sudah negara kita dinobatkan sebagai a father less country. bagi yang masih LDM seperti saya, anda bisa berkomunikasi dengan anak dengan menceritakan tentang ayah setiap saat. dan saat bertemu dengan ayahnya, ayah bisa membuat quality time dengan anak. usahakan fokus pada kualitas.
e.    Bagi yang muslim, lantunkan ayat suci Al-Quran sambil membisikan doa di telinganya sebelum tidur. Bacakan juga anak dongeng sebelum tidur sambil menyelipkan hadits sebagai pesan moral yang terkandung dalam dongeng tersebut. It doesnt take much time, but very impactful in creating strong bonds and wonderful memories.
Jadi, ada 6 pengalaman saya sebagai ibu pemula yang semoga bisa menjadi inspirasi bagi para ibu pemula yang lain. Saya harap semua ibu memahami bahwa kitalah yang memilki andil besar terhadap kemajuan bangsa dan negara. Di negara maju, anak adalah tanggung jawab negara sehingga negara amat sangat mensejahterakan para ibu agar mereka bisa optimal dalam mendidik anak. Jadi bagi ibu yang bekerja, mereka diberi cuti berbulan-bulan bahkan ada yang bertahun-tahun. Perusaaan maupun lembagapun akan tetap menerima kembali jika si ibu akan kembali bekerja (uenakee). Tapi, kita tidak perlu menunggu negara kita maju dulu, semua berawal dari diri sendiri sambil berharap semoga negara memberi kebijakan yang mensuport kesejahteraan keluarga.

Sepertinya negara kita sedang ada pembodohan masal dengan membuat kebijakan yang tidak mensejahterakan kebutuhan ibu. bayangin aja pegawai perempuan yang punya anak bahkan bayi sekalipun punya jam kerja yang sama. Gimana yang tinggal di ibu kota, seperti di jakarta. Saat berangkat anaknya masih tidur, pulang kerja anaknya sudah tidur malam. Kapan ketemunya ya (hiks). Jadi jika ingin jadi aktifis feminis kesetaraan gender, perjuangkanlah hal yang rasional. Saat jusuf Kala memberi kebijakan jam kerja yang lebih sedikit untuk para buruh pabrik perempuan, tiba-tiba muncul aksi protes para aktivis feminis yang meminta hak yang sama antara laki-laki dan perempuan. Mereka takut jika waktu bekerja mereka sedikit, gaji mereka juga akan diturunkan. Padahal tujuanya adalah agar perempuan lebih optimal dalam mendampingi anak. Sebenarnya ini yang bodoh siapa gitu. Ah sudahlah. Kita tutup saja short guidance ini dengan bacaan hamdalah. Alhamdulillahirabbil alamin. Selamat membaca dan semoga bermanfaat J


2 comments:

  1. Nice guidance ayaaaa....mercy๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€

    ReplyDelete
  2. Nice guidance ayaaaa....mercy๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€

    ReplyDelete