Wednesday, 25 July 2018

TALKING ABOUT UNSCHOOLING

Setelah menyelami beberapa materi hs, saya baru menemukan ternyata pendidikan preschool itu memilki pilihan kurikulum yang beragam. Mulai Dari kurikulum berbasis pemikiran tokoh (Montessori, Charlotte Mason, Waldorf, shichida) hingga kurikulum yg dirancang oleh suatu instansi pendidikan seperti highscope, Calvert, sonlight, Dan masih banyak lagi. Namun satu Hal yg menarik perhatian adalah bagaimana anak belajar tanpa adanya curriculum setting, krn pada dasarnya anak memilki kemampuan self initiative learning untuk belajar berbagai macam Hal disekitarnya. Dalam berbagai jurnal sering dikenal dengan "unschooling". .
.
Unschooling pda dasarnya lebih mengedepankan lifestyle dibandingkan filosofi Dr pendidikan it sendiri. Ortu cenderung memfasilitasi regulasi diri,self understanding, dn motivasi anak untuk belajar dibandingkan langkah bagaimana anak harus belajar(Sandra dood, 2013). Kira2 Cara belajar seperti ini apa anak mampu menghadapi tantangan perkembangan zaman yg begitu pesat? .
.
Dalam perspektif psikologi, Kita mengenal kedua tokoh psikologi perkembangan kognitif piaget Dan vygotsky dmn keduanya memiliki pandangan berbeda dalam proses belajar. Piaget yg cenderung mngarah ke self initiative learning smntara vygotsky lbh mngarah pada pengarahan org tua sepeti scaffolding, dll. Sejauh ini tidak bs dikatakan Mana perspektif yg terbaik diantara keduanya, krn menurut saya keduanya penting dibutuhkan dalam proses anak belajar Hal baru.







Saya bukanlah seorang unschooler tapi seorang home educator. Meski beberapa jurnal mengatakan bahwa unschooling merupakan branch Dari homeschooling. Saya merasa perlu melakukan mix method antara pembelajaran berbasis lesson plan Dan unschooling krn keduanya jika dipadu padankan nampak saling berkaitan dlm proses pembelajaran.
So, in my opinion as a mom with a 2 yo daughter, us itu perlu sebagai fondasi awal untuk anak yg kelak akan memasuki dunia sekolah (baik formal ato homeschooling) yang sebenarnya. Dan juga ini memberi tantangan supaya ortu menanamkan a good lifestyle dan attitude selama anak unschooling.
Saat ortu terlalu fokus pada setting kurikulum, terkadang hal2 terkecil dalam keseharian terlupakan. Seperti dluar pembelajaran, saya masih suka menunjukan bad habit ke anak, masih suka marah2, males malesan, jajan sembarangan, makan seenaknya, dll. Tp ketika berfokus pada keseluruhan, saya menjadikan hidup sebagai waktu yg mindfulness dg anak. Menyeimbangkan mental health anak maupun orang tua sehingga ke2nya berkesinambungan. Melakukan kegiatan bersama dimana bukan anak saja yg belajar tp jg saya ikut belajar memahami setiap kejadian yg kami alami bersama seperti Ada proses recharging dmn Kita sama2 belajar pada apa yg Kita temukan saat ini
Unschooling cenderung pada freedom to learn tanpa terikat jadwal maupun lesson plan yg biasa dirancang ortu saat hs. Anggaplah aktivitas keseharian Kita merupakan bagian Dr pembelajaran si anak, mulai Dari bangun tidur, ke pasar, memasak, jalan2 sore keliling komplek merupakan bagian Dari meaningful learnings dmn ortu hanya perlu menstimulasi critical thinking dan curiousity pada hal2 yg mereka hadapi.
Yang perlu menjadi bekal dlm menjalankan unschooling adlh bagaimana perjalanan hidup kami yg menyenangkan merupakan bagian dari pembelajaran baru bagi si anak. Kalo kata mbak cinta aadc mah "it's about journey, not destination".
berkemah bersama di Alam bebas, melakukan perjalanan udara, darat, dn laut ke daerah tujuan yang mereka kunjungi. Semua terjadi secara natural, bebas, tanpa Ada rancangan apapun namun tetap bisa menyampaikan learning value dalam setiap prosesnya (CMIIW)

0 comments:

Post a Comment