Friday, 14 September 2018

DOA IBU


Masih ingatkah saat semalam Archy merengek minta nenen Dan aku menolaknya, keesokan paginya ia benar-benar tidak terbangun semalaman Dan tidur dengan nyenyak. Namun lagi-lagi aku sendirilah yang sering mengalami kegalauan. Aku takut seolah ia marah Dan Tak mau tidur lagi dipelukanku.

Sesaat sebelum aku bangun untuk melaksanakan salat subuh, ia terbangun sebentar membuka matanya lalu melihatku kemudian tertidur kembali. Pikirku Archy akan mendekatiku tidur di lengan tanganku seperti setiap malam ia lakukan saat terbangun. Ah, kenapa semudah ini hati ibu merasa tersakiti.Hanya karena melihat anaknya sudah mulai belajar mandiri untuk tidak Selalu tidur dipelukanya lagi.

Usai melaksanakan salat subuh, aku segera melaksanakan rutinitas pagi yaitu mencuci pakaian Dan memasak. Kebetulan Hari ini adalah jadwalku mengajar. Jadi semua harus beres lebih awal. Ditemani oleh suami tercinta kami bertugas menyelesaikan pekerjaan rumah lebih awal supaya kami tidak terlambat berangkat pagi.

Saat aku menggoreng ikan, tiba-tiba aku dikagetkan dengan kedatangan Archy ke dapur. Ia bangun sambil tersenyum. Biasanya kalau dia rewel semalam, pasti keesokan paginya dia terbangun menangis. Namun ini tidak. Kusambutnya dengan pelukan hangat sambil menciumnya berulang Kali.

"Masyaallah anak mama udah bangun sendiri ya...kebangun ya sayang. Mama lagi masak nih..masak ikan kesukaan archy.." ujarku begitu riang. Ia tersenyum sambil bergelayut manja di pelukanku.

"Hari ini mama ke Kam...pus. Papa ke kan...too. Archy ntar ngaji sama nenek ya" lanjutku diikuti oleh anggukan kepalanya.
Setelah selesai, kamipun bersiap pergi. Archy sudah pergi dulu diantar papanya ke rumah nenek. Setelah pulang mengajar, kujemputnya di rumah nenek. Ia datang melihatku dengan riang. "Mamaaaaa..Archy dah mam..blabalabla" lanjutnya bercerita meski setengah lancar dengan campuran babling anak kecil.

Alhamdulillah, dugaanku Archy akan rewel seharian karena ia merengek tidak diberikan nenen rupanya salah. Padahal aku Tak banyak menjelaskan seperti biasanya kenapa ia Tak banyak nenen. Aku hanya banyak-banyak memeluknya saat ia bersikeras agar permintaanya dipenuhi. Dan aku tetap memeluknya Dan berkata lirih,

"Maaf ya sayang..nenen mama udah mulai sering sakit..maaf nak" 
Lalu kemudian kelanjutkan dengan untaian doa hingga aku turut terlelap.

Rupanya komunikasi non verbalpun mampu merepresentasikan komunikasi produktif dengan anak. Ketulusan Dan rasa cinta yang Tak terbendung melalui kekuatan doa mampu menyampaikan pesan pesan yang ingin Kita sampaikan ke anak. Begitu bersyukurnya aku atas nikmat Allah yang begitu besar ini. Sungguh kekuasaan Allah tidak akan pernah tertandingi. Doa-doa malam yang Kita tiupkan Dari ubun-ubun hingga ujung kaki saat anak tertidur, rupanya lebih mampu menyampaikan hal-hal yang selama ini belum dimaklumi oleh si anak. Doa doa itupun yang menjadikan penguat ikatan cinta ibu Dan sang buah hati. Begitu besarnya kekuasaan mu ya Rabb



#harikedelapan13sept
#tantangan10hari
#komunikasiproduktif
#kuliahbundasayang
#institutibuprofesional

0 comments:

Post a Comment